Tampilkan postingan dengan label BERITA DARI LONDON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA DARI LONDON. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2010

Agatha Christie muak Poirot: Grandson


Sumber: Yahoo! News via Yahoo! Alert
London (ANTARA News) - Pembunuhan misteri Agatha Christie penulis sudah muak dengan Hercule Poirot tapi terus menuliskan cerita-cerita tentang detektif Belgia bawah tekanan dari penerbit nya, cucunya telah mengungkapkan.

Christie dianggap gastronome, kecil kaku-berkumis sebagai "roti dan mentega", tapi akan mengeluh tentang harus churn out "belum Poirot yang lain," kata Mathew Pritchard majalah Radio Times.

"Dia tidak pernah kekurangan ide untuk buku tetapi beberapa ide-ide ini tidak pantas untuk Poirot, jadi dia sangat antusias untuk mengusir dirinya dirinya dengan menulis cerita yang berbeda dengan karakter baru," katanya.

"Tapi agen dan penerbit, yang bertanggung jawab atas pound dan pence, sangat tertarik Poirot - ia adalah karakter yang paling populer."

Guinness World Records mengatakan Christie penulis Inggris adalah penulis terlaris sepanjang masa, menggeser lebih dari dua miliar buku.

novel yang paling terkenal termasuk nya "Pembunuhan di Orient Express" (1934), "Kematian di Sungai Nil" (1937) dan "The Crack'd Cermin dari Side Side" (1962) dan ia juga menulis drama "The Mousetrap" (1952).

Poirot dan Miss Marple adalah karakter yang paling terkenal nya berulang.

Christie ditandatangani di atas hak favoritnya bekerja untuk putrinya dan cucunya sebelum kematiannya pada usia 85 pada tahun 1976.

"Dia adalah orang yang sangat murah hati dan ketika aku berusia sembilan tahun ia menandatangani 'The Mousetrap' ke saya," kata Pritchard.

"Saya terlalu muda untuk menghargai saat itu, tapi sekarang memiliki sejarah bisnis sepanjang lenganku."

Dia 10 ketika ia pertama kali mengambil salah satu bukunya dari rak di rumahnya tebing-top di Devon, Inggris barat daya.

"Itu bukan salah satu saya akan memilih selama 10 tahun. Ada 10 pembunuhan dalam 'Dan Kemudian Apakah Ada Tidak Ada' dan beberapa cukup mengerikan," katanya.

Ikuti Yahoo! Berita di Twitter, menjadi penggemar di Facebook

Kamis, 07 Agustus 2008

Penulis Solzhenitsyn dimakamkan


Diperbaharui pada: 06 Agustus, 2008 - Published 12:41 GMT
Email kepada teman Versi cetak

Penulis Solzhenitsyn dimakamkan

Pemakaman dilakukan di biara Donskoi di Moskow
Jenazah penulis dan pembangkang Rusia, Alexander Solzhenitsyn dimakamkan pada upacara di biara Donskoi di Moskow.
Presiden Dmitry Medvedev menghadiri pemakaman bersama dengan keluarga dan kerabat penulis tersebut beserta ribuan pelayat di katedral biara di dekat pusat kota.

Tulisan-tulisan Solzhenitsyn mengungkap sistem penjata semasa Stalin dan membuat penulis itu diasingkan selama 20 tahun dari Uni Soviet.

Dia tutup usia pada hari Minggu akibat gagal jantung di tempat kediamannya di Moskow, pada usia 89 tahun.

Sebelum memasuki gereja untuk menghadiri misa pemakaman pada Rabu pagi, Yuri Luzhkov, walikota Moskow, mengatakan: "Dia adalah salah seorang tokoh terkuat kami, seseorang yang unik."


Dia adalah salah seorang tokoh terkuat kami, seseorang yang unik


Yuri Luzhkov
Walikota Moskow

Di dalam gereja, janda Solzhenitsyn, Natalya, putra-putranya dan keluarga besar Solzhenitsyn duduk di depan mimbar gejera yang dipadati oleh lebih dari 100 orang.

Penulis peraih Nobel itu ditempatkan di dalam peti jenazah yang terbuka dengan salib kayu di dadanya dan dikelilingi oleh ratusan lilin.

Setelah misa, para pendeta berjalan di belakang peti jenazah yang dibawa keluar dari katedral, sambil membacakan doa dan nyanyian kudus, sebelum tembakan penghormatan dibunyikan dan band militer memainkan lagu ketika peti jenazah diturunkan ke liang kubur.

Nyonya Solzhenitsyn dan putgra-putranya kemudian menaburkan tanah di atas peti jenazah.

Solzhenitsyn mendapat izin khusus dari Gereja Ortodoks untuk dimakamkan di biara Donskoi yang merupakan makam bagi sejumlah pujangga, filsuf dan sejarawan - banyak dari mereka adalah tokoh anti-Soviet - kata sejumlah laporan.

Pencatat kekejaman Soviet

Ribuan pelayat memberi penghormatan terakhir bagi sang penulis ketika jenazahnya disemayamkan di dalam gedung Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin datang untuk memberikan penghormatannya. Pada masa Soviet, Putin menjabat sebagai perwira di satuan polisi rahasia, KGB.

Pada komentar di televisi, Putin mengatakan: "Melalui tulisa dan seluruh hidupnya, dia memberi vaksin bagi masyarakat kita untuk menangkis kezaliman dalam segala bentuknya."

Penulis buku Gulag Archipelago dan One Day In The Life Of Ivan Denisovich, Alexander Solzhenitsyn kembali Rusia dari pengasingan pada tahun 1994.

Jumat, 09 Mei 2008

Mencari tempat ibadah aman?

Email kepada teman
Versi cetak
Mencari tempat ibadah aman?

Jawa Barat
Beberapa pusat pertokoan di Jawa Barat menjadi rumah ibadah Kristen
Pusat pertokoan yang kosong biasanya tidak menyenangkan atau bahkan mengerikan, seperti pada suatu Minggu pagi.

Namun pagi itu --ketika semua toko masih tutup-- banyak orang yang datang dan suara sepatu mereka bergema di lorong pertokoan yang kosong.
Masih belum jam 8 pagi dan toko-toko masih tutup, jadi tentu mereka datang bukan untuk berbelanja.
Mereka datang ke pertokotan itu untuk berdoa.
Banyak pusat pertokoan di Propinsi Jawa Barat yang kini menjadi tempat beribadah umat Kristen. Di salah satu pusat pertokoan malah ada yang menjadi rumah ibadah dari 10 persekutuan.
Hanya sebagian kecil yang bersedia menjelaskan kenapa mereka sampai beribadah di pusat pertokoan, dan --tanpa bersedia disebutkan namanya-- mereka mengatakan karena kekuatiran intimidasi kelompok Islam.
Laporan dari pihak gereja menyebutkan 100 lebih gereja diserang atau mendapat intimidasi dalam waktu 2 tahun belakangan.
Agama atau peraturan
Salah satu kelompok yang dituduh berada di belakang sejumlah insiden adalah Front Pembela Islam, FPI, sebuah kelompok yang menjadi berita besar ketika mengusir majalah Playboy edisi Indonesia keluar dari ibukota Jakarta.

Mereka menjadi marah dan frustasi sehingga ledakan kecil bisa terjadi
Saipul Abdullah

Para pemimpin umat Kristen menuduh anggota FPI yang membuat sejumlah gereja tutup karena aksi kekerasan maupun intimidasi.
Saipul Abdullah, salah satu pimpinan FPI Jawa Barat, mengatakan kepada BBC bahwa ada kemungkinan anggotanya bertindak emosional.
"Mereka menjadi marah dan frustasi sehingga ledakan kecil bisa terjadi," tuturnya.
"Mungkin mereka melepas papan nama, merusak pintu atau mengunci pintu namun mereka sebenarnya tidak punya hak untuk hal itu."
Namun Saipul Abdullah menegaskan masalahnya bukanlah agama tapi karena sejumlah gereja tidak mengikuti peraturan.
Hanya 20% gereja-gereja di Jawa Barat yang mempunyai ijin resmi untuk melaksanakan ibadah.
Dan Saipul Abdullah mengatakan dia meminta surat tentang keberadaan hukum kepada gereja-gereja yang tidak punya ijin resmi.
Jika tidak ada tanggapan, tambahnya, mereka mengirimkan surat peringatakan dan kemudian meneruskan masalahnya kepada polisi.
Tidak mudah
Agar bisa mendapat ijin resmi, maka sebuah gereja harus mencari 90 tanda-tangan dari umat Islam yang tinggal di sekitar gereja tersebut.
Namun di sejumlah kawasan jelas tidak mudah untuk mendapatkan ijin.

Gereja
Sejumlah umat Kristen kuatir untuk beribadah di tempat terbuk

Salah satu diantaranya adalah Gereja Pasundan, yang sudah berdiri di kawasan pinggiran Bandung selama 60 tahun lebih.
Namun pendetanya, Olbertina Modesta, mengatakan setiap kali mereka berupaya untuk mendapatkan tanda-tangan yang dibutuhkan maka tak ada umat Islam yang bersedia.
Propinsi Jawa Barat memang mempunyai sejarah panjang dari aliran Islam yang keras.
Selema beberapa dekade, propinsi ini menjadi daerah kekuatan Darul Islam, dan di beberapa tempat masih ada ulama-ulama yang menyampaikan pandangan keras.
Tidak ada pilihan

Bulan November tahun lalu, Gereja Pasundan diserang oleh sekelompok umat Islam setempat.
Mereka membalikkan kursi gereja dan melempari buku doa maupun merusak salib di dinding gereja.

Itulah sebabnya saya yakin ini bukan soal ijin tapi karena menjadi Kristen
Pendeta Olbertina Modesta

Dan pendeta Olbertina Modesta yakin bahwa masalah sebenarnya bukanlah sekedar ijin saja.
"Kadang saya mendengar di masjid ada yang mengatakan kami kafir dan kami tidak boleh tinggal di sini," katanya.
"Itulah sebabnya saya yakin ini bukan soal ijin tapi karena menjadi Kristen."
Polisi mengatakan sejauh ini belum ada yang ditangkap sehubungan dengan serangan itu dan pendeta Olbertina kini memimpin ibadah di sebuah rumah sakit setempat.
Pusat pertokoan dan rumah sakit jelas tidak punya ijin sebagai rumah ibadah, namun paling tidak cukup aman, dan untuk sementara waktu.
Dan sampai jemaat --seperti yang dipimpin Olbertina-- bisa mendapatkan gereja yang permanen, maka mereka akan berada di pusat pertokoan atau rumah sakit.


n