Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2010

Seri `Twilight ' dapat tantangan dalam daftar buku New York


Sumber : Yahoo News via Yahoo Alerts
NEW YORK - Stephenie Meyer, penulis terpanas untuk kaum muda sejak JK Rowling, memiliki link baru pencipta "Harry Potter": sebuah tempat yang tinggi dalam daftar buku yang paling mengeluh tentang oleh orang tua dan pendidik.

Meyer's jutaan-menjual "Twilight" series menduduki peringkat No 5 pada laporan tahunan "buku menantang" dirilis Rabu oleh American Library Association. Meyer cerita tentang vampir dan asmara remaja telah dikritik untuk konten seksual; seorang pejabat asosiasi perpustakaan juga berpikir bahwa Twilight "" seri mencerminkan kegelisahan umum tentang kisah-kisah supranatural.

"Vampire novel telah menargetkan selama bertahun-tahun dan` buku Twilight 'sangat sangat terkenal yang banyak perhatian orang telah tentang vampir terfokus pada buku-bukunya, "kata Barbara Jones, direktur asosiasi Kantor untuk Intelektual Kebebasan.

kelompok Kristen selama bertahun-tahun telah memprotes tema sihir dalam buku-buku Rowling, yang tidak muncul di 10 besar saat ini.

Topping grafik 2009 adalah "Lauren Myracle's IM" serial, novel mengatakan melalui pesan instan yang telah dikritik karena ketelanjangan, bahasa dan referensi obat. No tahun lalu 1 buku, "Dan Tango Makes Tiga," oleh Peter Parnell dan Justin Richardson, sekarang No 2, dikutip lagi untuk ceritanya tentang dua penguin jantan mengadopsi bayi. Ketiga adalah Stephen Chbosky's "The Perks Menjadi gadis yg duduk tanpa berdansa," dimana banyak alasan termasuk obat-obatan, bunuh diri, homoseksualitas dan antifamily sedang.

Juga dikutip telah perennials seperti "Catcher JD Salinger's in the Rye" (konten seksual, bahasa), Harper Lee "To Kill a Mockingbird" (bahasa, rasisme), "Alice Walker's The Color Purple" (konten seksual, bahasa) dan Robert Cormier's "The Chocolate War" (ketelanjangan, bahasa, konten seksual).

ALA tercatat 460 tantangan di tahun 2009, turun dari 513 tahun sebelumnya, dan 81 buku ini sebetulnya sudah dihapus. ALA mendefinisikan tantangan sebagai keluhan "formal, ditulis mengajukan dengan perpustakaan atau sekolah meminta bahan dihapus karena konten atau kesesuaian."

Untuk setiap tantangan dihitung, sekitar empat atau lima berakhir tidak dilaporkan, menurut ALA.

____

http://www.ala.org

Minggu, 12 Oktober 2008

Buku jadi Gaya Hidup, Itu Perlu!

Dari : Info Galangpress info.galangpress@gmail.com

Mungkinkah buku menjadi gaya hidup (life style)? Jawabannya mantap, "Ya, bisa!", kata Mardiyanto, editor Galangpress dalam acara Roundtable PRO 2 RRI Jogja (15/09) yang dipandu Erna dan Luluk. Saat ini penerbitan buku sedang menggeliat, banyak buku-buku hadir dan bisa menjadi panduan hidup bagi semua orang. Hadirnya buku-buku how to, novel religi, dan makin variatifnya pilihan judul buku membuat
pembaca bisa bebas memilih buku.

Ya, dalam kehidupan saat ini me'life style-kan buku bukanlah omong kosong bak impian di siang bolong. Lihat saja, awalnya minum kopi hanyalah cara agar tahan dari rasa kantuk, tapi coba sekarang minum kopi bukan lagi untuk mencegah kantuk tapi juga ajang kumpul-kumpul dan diskusi, akhirnya minum kopi malah menjadi gaya hidup baru para mahasiswa dan eksekutif muda.

Jadi, mengapa buku tidak! Setiap hari kita habiskan pulsa dan saban akhir pekan menyatroni J.Co, KFC, Hoka Hoka Bento, dan sebagainya. Mengapa kita menyatroni toko-toko buku saja, berburu buku menarik dan inspiratif. Hal inilah yang mesti ditumbuhkan pada masyarakat, kesadaran, bahwa ada kekayaan terpendam di dalam sebuah buku.

Buku adalah jendela dunia, dari sebuah buku kita bisa menemukan ide, gagasan, bahkan bergegas bertindak setelah membacanya. "Jika ada 6 anak saja di sekolah yang setiap minggu sekali mengunjungi toko buku maupun perpustakaan dan menebarkan virusnya kepada kawannya, bukan tidak mungkin satu kelas akan keranjingan membaca," kata Mardiyanto.

Sudaryanto, seorang aktifis Forum Lingkar Pena (FLP) Jogja juga yakin bahwa ke depan dunia kepenulisan dan budaya membaca akan semakin semarak. Jika semua orang ke mana-mana menenteng buku, pastilah buku telah menjadi gaya hidup seperti halnya di negara-negara maju.

Plus Bedah Buku
Dalam acara berdurasi 180 menit itu juga diadakan bedah buku dari penerbit Pustaka Marwa (Galangpress Group) buku berjudul "Tahajud Energi Sejuta Mukjizat" yang menghadirkan Muhammad Thobroni (penulis). Dalam buku setebal 155 hlm tersebut M. Thobroni lebih banyak mengungkapkan kisah menarik di seputar Tahajud, seperti tahajudnya seorang mahasiswa ketika akan menghadpi ujian, tahajudnya seorang
pengangguran dalam perjuangannya mendapatkan pekerjaan, tahajudnya seorang yang ingin mencari jodoh, dan sebagainya. "Jadi, buku saya ini lebih banyak berisi kisah yang menggugah daripada tatacara dan rakaat shalat tahajud", kata M. Thobroni.

Dalam acara tersebut antusiasme pendengar cukup banyak, terbukti banyak telepon dan sms yang masuk ke PRO 2. Ke depan menurut Erna dan Luluk kegiatan semacam bedah buku dan diskusi akan mendapat tempat di masyarakat. Langkah ini tentu saja untuk membiakkan makin menjamurnya minat masyarakat kita terhadap budaya gemar membaca. Dan kerja sama dengan Galangpress akan terus berlanjut. Salut deh ....dan kita tunggu (mrd)
Salam dahsyat, Galangpress Groups, www.galangpress.com, www.galangpress.wordpress.com

Sabtu, 13 September 2008

Gara-gara Pak Haji Thalib

Oleh Septina Ferniati
Gara-gara Pak Haji Thalib---Fenfen

Si sulung sedang senang-senangnya menghapal ayat-ayat Al-Qur'an. Heboh dan seru banget. Dia hapal beberapa surat yang lumayan panjang, dengan nada suara yang dilagu-laguin, entah lagu apa.

Selain sedang senang ke masjid dan jadi pembaca iqamat, dia juga rupanya punya cita-cita baru; penghapal ayat-ayat Qur'an. Wow, hebat! Untuk ukuran anak delapan tahun, cita-cita itu sungguh dahsyat.

Sayangnya, dia kadang-kadang masih marah, atau ketus, atau bahkan galak, yang bikin saya sebel dan merasa bahwa akhlak minusnya nggak sebanding dengan cita-cita hebatnya. Tapi semoga semua ini hanya proses, yang butuh waktu lama dan panjang, sampai suatu saat hatinya bisa selaras perbuatannya.

Biasa lah, saya kadang ingin dia instan baik, instan sadar, instan sabar, dan instan-instan lainnya, menggantikan galak, ketus, dan marahnya. Tapi seperti seorang temen bilang, "Masak nyuruh si Lalang sabar? Please deh, umurnya harus 25 taun dulu bo'!"

Sudah dua hari belakangan Ilalang suka banget baca surat At-Takatsur. Dia menghapalnya dengan instan. Saya bersyukur lha. Dia baca dengan nada aneh dan khas, seolah sedang melucu. Saya pikir dia baca surat itu sambil berusaha melucu, ingin bikin orang yang mendengarnya tertawa. Ternyata nggak. Dia bilang bacanya memang begitu, dan bukan untuk tujuan melucu. Ketika ditanya dari siapa dia belajar menghapal begitu cepat, dia bilang singkat, "Pak Thalib."

Pak Thalib sesepuh di Panorama, tersohor sebagai orang tua yang rajin ke masjid dan sering jadi imam salat. Dia juga jadi kenalan baik anak saya baru-baru ini, setelah anak saya rajin ke masjid. Dia menyebut anak saya sebagai calon remaja masjid. Kebayang kan akrabnya mereka berdua?

Saya tanya, "Emang Pak Thalib gitu ya baca Qur'annya? Nadanya aneh, naek turun, kayak orang mau tidur terus bangun lagi, tidur, bangun lagi." Anak saya semangat jawab, "Iya, emang gitu. Enak menurut Lalang mah, suka da' dengernya…" Matanya bersinar persis kayak kalau dia mendapatkan keinginannya.

Saya gak mau tanya-tanya lagi. Habis nadanya memang aneh, naik-turun, naik-turun, persis seperti orang yang sedang ngantuk lalu tersentak karena sesuatu hal dan terbangun karena kaget, begitulah pokoknya. Saya kurang sreg anak saya ikut-ikutan nada Pak Thalib itu.

Lalu saya tantang dia bikin nada lagu sendiri. Dia coba berkali-kali, tapi tetap nada Pak Thalib itu yang dominan, lagi dan lagi. Akhirnya dia capek dan bilang, "Udah ah nyari nadanya, Lalang mau kayak Pak Thalib aja baca Qur'annya. Lebih enakeun…"

Ya sudah. Berhari-hari saya dengar dia membaca ayat-ayat Qur'an dengan style baca Pak Thalib, sampai hampir bikin saya be-te. Sambil ngasuh adek, saat masak, atau santai, pokoknya hampir dalam setiap keadaan saya dengar dia baca Qur'an dengan nada naik-turun yang aneh. Apa boleh buat, itu pilihannya. Bahkan karena senang dengan nada Pak Thalib itu, akhirnya dia bisa hapal beberapa surat yang cukup panjang seperti At-Takatsur dan Al Ma'un hanya dalam waktu satu hari saja.

Saya mulai ngeh, anak saya pasti gampang hapal karena dia suka dan merasa klop dengan nada baca Qur'an yang dilagukan Pak Thalib. Dia jadi lebih giat baca dan menghapal ayat gara-gara itu.

Sekarang saya tantang dia untuk membaca arti suratnya. Dia melakukannya dengan sukarela dan tanpa syarat. Dan yang menakjubkan, saat semua orang hampir teler karena kecapean dan kenyang, dia sendirian baca Qur'an dengan artinya ditemani lampu baca 25 watt. Jelas takjub, dia kan agak penakut. Tapi berkat nada lagu baca Pak Thalib, Ilalang jadi jauh lebih berani.

Meskipun dia masih suka nyebelin, atau sengaja memicu pertengkaran dengan adek atau kami, perkembangan baru itu sungguh menyenangkan dan patut dibiarkan. Suami mengomentari, "Ayo Lang, setelah hebat ngapalin ayat, kamu juga brenti ngompol dong. Terus jangan suka marah lagi ya…

Ayo Nikmati Efek Dahsyat Membaca !!!

Ayo Nikmati Efek Dahsyat Membaca!!!

Setelah melakukan shalat dhuhur ke 9 di bulan Ramadhan 1429 H, Hernowo didapuk untuk menyampaikan materi ter”anyar”nya yaitu “Menulislah Agar Dirimu Mulia: Pesan dari Langit”. Buku ke 33 yang ditulisnya ini merupakan serangkaian buku tentang menulis lainnya yang sudah dituliskannya dalam usianya yang sudah memasuki kepala 4 ini.

Meskipun di Bulan Ramadhan, namun saya merasa menjadi salah satu orang yang paling beruntung untuk menyaksikan dan melihat semangatnya yang menggebu-gebu dalam menyampaikan materi yang ia tulis tersebut. Bahkan, sampai sekarang Hernowo Tak pernah berhenti dalam memberikan wawasan kepada setiap orang yang dijumpainya dalam setiap training atau ceramahnya. Ya, materi yang disampaikannya sebagian besar adalah tentang membaca dan menulis.

Dalam pemaparannya Hernowo mengungkapkan tentang pentingnya membaca. Kenapa Penting? Karena banyak orang yang menganggap bahwa kegiatan membaca itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan tidak luar biasa, dahsyatnya membaca ini menurutnya jarang disentuh -terutama untuk orang-orang yang awam. Padahal wahyu pertama yang turun dari Allah kepada Rasulullah Saw adalah surat Al-'Alaq, yaitu Iqra.... (Bacalah).

Kalo saja kita sering meluangkan waktu, banyak hal yang dapat dimanfaatkan dengan membaca. Karena banyak sekali buku yang dengan jenis fiksi dan non fiksi (novel, biografi, sains fiction, psikologi, filsafat dll), yang memberikan dan menawarkan sesuatu yang baru. Begitu juga bagi Mas Hernowo. Dalam bukunya ini, beliau banyak menuliskan buku-buku dan para penulis yang mempengaruhinya. Ada Quantum Learning, Laskar Pelangi dgn Andrea Hirata, Harry Potter dgn JK Rowling, Dr. Howard Garrdner dengan teori Multiple Intelliegences, Rhenald Kasali, R.T. Kiyosaki, Stephen R. Covey dll. Ia merasa seperti diajak mengembara ke tempat-tempat yang jauh, dan memiliki banyak sekali kehidupan.

Menurut Edward Coffey -yang saya kutip dari buku membacalah Agar dirimu Mulia-
Kegiatan membaca yang dpt diselenggarakan secara kontinyu dan konsisten dapat menciptakan lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti-rugi perubahan otak. Oleh karenanya proses membaca itu dapat menggantikan sel-sel yang mati di dalam otak kita karena tidak pernah dipergunakan, untuk kemudian menjadi sel baru yang lebih hidup.

Ketika Mas Hernowo memberitahukan tentang minat baca di Indonesia yang masih nol persen, salah seorang Audience di Mesjid Bio Farma merasa getir. Ia yang pernah merasakan hidup di Negeri Sakura, terkagum-kagum melihat semangat membaca masyarakat Jepang. Karena setiap hari, setiap saat, setiap orang yang ditemuinya, benar-benar tidak dapat dilepaskan dari buku. Dari mulai anak-anak sampai dengan orang dewasa. Dari mulai mengantri untuk mendapatkan kereta, menunggu panggilan di tempat praktek dokter, sampai dengan menunggu tibanya kereta di tujuan. Setiap orang terlihat bersemangat dalam membaca.

Budaya baca di Indonesia makin tergerus oleh media-media elektronik yang terus menerus menggempur kita. Bahkan dengan terus berkembangnya arus informasi serta teknologi, maka kebanyakan kita belum siap untuk mengantisipasinya. Seperti teknologi televisi misalnya, para pemilik stasiun televisi berlomba-lomba untuk mendapatkan jatah kue iklan untuk masing-masing stasiun tv-nya. Bahkan seringkali, banyak program tayangan mereka yang tidak mendidik. Kita-lah (para orangtua, para pendidik dan yang lainnya) yang harus memiliki filter agar mengalihkan kenikmatan menonton dengan kenikmatan membaca. Karena membaca -menurut mas Hernowo - adalah sebuah keterampilan sebagaimana memasak atau juga menyetir mobil. Dengan membiasakan membaca setiap hari selama 10-15 menit, tentunya kemampuan membaca kita akan terus meningkat.

Akhirnya setiap diri kita dituntut untuk dapat merasakan efek dahsyat dari membaca ini. Dan di dalam buku Membacalah Agar Dirimu Mulia ini, Hernowo memberikan semua informasi yang kita butuhkan tentang membaca. Bahkan saya sendiri merasa sedang kembali di charge untuk mengembalikan kenikmatan-kenikmatan itu agar kembali bersarang di dalam jiwa saya, sehingga dipenuhi oleh gairah-gairah membara.

Rayakanlah Kegiatan Membaca Anda. Berbanggalah Bahwa Diri Anda. Telah Menjalankan Kegiatan Yang Mulia. Teruslah Membaca. Hernowo.

Salam, Agga

Jumat, 04 Juli 2008

Muhammad


Muhammad betul-betul unik. Didasarkan pada sumber-sumber berbahasa Arab dari abad ke-8 dan ke-9, buku ini mendekati dan mereportase kata-kata dari orang-orang lelaki maupun perempuan yang mendengar langsung Nabi Muhammad berbicara dan menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa dalam hidupnya.

Martin Lings mampu menghadirkan kesederhanaan maupun keagungan cerita. Karena itu, Muhammad dapat dibaca dengan sama nikmatnya baik oleh mereka yang sudah akrab dengan biografi Nabi maupun para "pendatang baru" yang membacanya untuk pertama kali.

Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris pada konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahun 1983. Sejak itu karya ini telah dipublikasikan dalam bahasa Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu, dan sekarang, Indonesia. Pada 1990, setelah buku ini berhasil mencuri perhatian Universitas al-Azhar Kairo, penulisnya menerima bintang kehormatan dari Presiden Hosni Mubarak.

Secret of The Secrets


Seperti apakah rahasia yang ada di balik rahasia? Mungkinkah manusia menyingkap rahasia dan yang di balik rahasia? Bagi para hamba Allah sejati, tutur Syekh Abdul Qadir, tak ada lagi rahasia karena semua tabir telah terangkat. Mereka telah mencapai maqam penyaksian (musyahadah).

Sirr al-Asrar—judul asli buku ini—hadir untuk menuntun kita menapaki jalan-jalan yang sunyi menuju rahasia dan yang di balik rahasia.
Syekh Abdul Qadir membawa kita menelusuri jejak-jejak Tuhan yang terhampar di alam semesta dan di dalam diri kita; mengarahkan kita menuju kedalaman hakikat dan menyatu dengan Sang Hakikat.
Ajaran-ajaran dasar Islam—salat, puasa, zakat, dan haji—dikupas kedalaman maknanya dan keeratan hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Disertai panduan salat-salat sunat dan zikir-zikir penyejuk kalbu, buku ini akan memandu kita meraih hakikat kelembutan, mencapai keikhlasan, dan menghampiri Sang Kekasih Yang Mahasuci. Prinsip-prinsip spiritualitas Islam diulas secara lugas. Meski banyak ulama yang menulis karya-karya sufistik, Syekh Abdul Qadir al-Jailani memaparkan jalan ruhani ini secara lebih gamblang dan dapat dicerna oleh khalayak luas.

Karena itu pula buku ini dipandang sebagai jembatan antara dua karyanya yang terkenal, Ghunyat al-Thalibin (Bekal Para Pencari), yang merupakan panduan menjadi muslim yang saleh, dan Futuh al-Ghayb (Penyingkapan Kegaiban), ceramah-ceramahnya mengenai tema-tema spiritual. Tanpa melalui Sirr al-Asrar, orang takkan mampu memahami Futuh al-Ghayb. Sirr al-Asrar merupakan gerbang menuju kota ilmu tersebut.

Sabtu, 10 Mei 2008

Dengan Membaca Hidup Lebih Bermakna

Resensi Buku
Judul Buku : Spritual Reading : Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari
Alih Bahasa : H. Sarwedi MH Hasibuan, Lc
Penerbit : Aqwam
Tahun Terbit : 2007
Tebal : xii + 210

DENGAN MEMBACA HIDUP LEBIH BERMAKNA
Oleh Aminuddin Siregar

Salah satu yang tetap merupakan bagian terbsar dari banyak yang di hadapi oleh bangsa Indonesia ialah persoalan minat baca yang relative bermasalah. Sejumlah pakar pendidikan, sebenarnya telah mencoba berulang kali membahas hal ini. Namun persoalan ini tetap merupakan masalah actual dibicarakan. Dengan kata lain, menumbuhkan minat baca adalah pekerjaan rumah tiada akhir. Karena itu menjadi tanggungjawab semua pihak, walaupun gerakan pemberantasan buta aksara dianggap selesai.
Banyak orang mengira bahwa membaca bukan kebutuhan, melainkan sekedar hobi dan keisengan semata. Padahal menurut para pengamat dan pakar pendidikan, membaca justru membuat hidup kita lebih bermakna, mebuat pikiran tercerahkan dan membuat kita menjadi banyak tahu. Oleh karena itu pihak pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional tidak henti-hentinya mencanangkan gerakan meningkatkan minat baca. Baik pada tingkatan usia pra sekolah maupun usia lanjut.
Terbukti bahwa program nasional pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat gencar disosialisaikan dan mendapat respon langsung dari kalangan masyarakat luas. Program PAUD ini dalam kurikulamnya ternyata salah satunya memuat pengenalan membaca, meski diramu dengan kegiatan bermain yang ditonjolkan. Seperti kita ketahui bahwa pepatah lama yang mengatakan “malu bertanya sesat di jalan”.
Dalam kaitan ini anak-anak dituntun untuk membaca setiap tanda dan rambu-rambu yang tersedia agar tidak tersesat menelusuri lingkungan tempat di mana anak-anak tersebut diajak belajar sambil bermain. Ini juga dimaksudkan agar anak-ank terbiasa membaca dan mengetahui lebih banyak kosa kata di masa awal memasuki prasekolah. Termasuk juga agar mereka mengetahui jalan yang hendak dituju.
Sekarang ini muncul istilah baru yang mengatakan bahwa “malu membaca sesat di jalan”. Ini benar, ketika malu membaca nama jalan, nama kota, pelakat, dan rambu-rambu lainnya yang terdapat di hampir setiap sudut kota dan daerah. Maka kita akan tetap merasa asing dan menjadi tidak akrab seperti yang dilantunkan oleh Ariel “Peterpan” yang menggambar sebuah kota mati ketika ia tidak bisa melihat tanda-tanda kehidupan.
Menentukan Bacaan
Menurut penulis buku ini, membaca bisa dijadkan sebgai konsep hidup. Agar kita menjadikan kegiatan membaca sebagai konsep hidup, kita harus megetahui terlebih dahulu cara menumbuhkan minat baca. Cara ini harus didahului dengan menentukan bacaan..Ini bisa dilakukan secara bersama dan akan muncul bermacam-macam dan beragam bentuknya. Berbeda antara sesorang dengan orang lainnya.
Tetapi ada hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam hal cara menentukan bacaan dalam konteks menumbuhkan minat baca, yang oleh Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari dirinci sebanyak 10 cara menentukan bacaan, yaitu Pertama, Tujuan membaca, dimaksudkan agar setiap kita membaca bermanfaat buat diri sendiri dan orang. Misalnya berguna bagi ibu, bapak dan anak-anak kita. Bisa juga untuk teman dan sahabat kita. Banyak lagi tujuan yang bias kita tetapkan sendiri.
Kedua. Menyusun perencanan dalam membaca, cara ini juga penting, untuk melihat fasilitas yang ada, sehingga kita bias menyesuaikan dengan kebuthan, misalnya kita akan membaca 1 buku dalam dalam waktu 2 bulan. Ketiga Mengatur waktu, berkaitan dengan perencanaan yang kita tetapkan, untuk menentukan jadwal waktu secara terencana. Meskipun bias juga kita menggunakan waktu ketika menunggu antrian di Bank di Apotik, atau tempat-tempat lain yang mengharuskan kita memang antri.
Keempat. Mulailah setahap demi setahap; cara ini dimaksudkan agar kita lekas bosan atau berhenti dari membaca. Sementara kita belum sampai pada inti sebenarnya dari pesan yang disampaikan penulisnya. Dengan memulanya melalui tahapan-tahapan ini akan membuat kita lebih bersmangat dan lebih antusias dalam memenuhi keingintahuan kita tentang yang menjadi tujuan kita tadi. Kelima Totalitas dalam membaca, maksudnya kegiatan membaca bukan sekedar hobi, melainkan pekerjaan yang sangat terpuji, karena membutuhkan pemikiran, waktu, uang dan kesungguhan, termasuk pengorbanan meluangkan wakttu untuk menuliskannya agar tidak mudah terlupakan.
Keenam. Teratur dalam mengikat makna; menjaga keteraturan dalam membaca merupakan cara menambil ilmu dengan system pencatatan yang tertata rapi. Kerapian juga akan mrndorong nalusi kita untuk terus membaca dan menggali ilmu dari apa yang kit abaca. Ketujuh Buatlah perpustakaan di rumah; bahwa perpustakaan di rumah sangat penting, agar setiap anggota keluarga kita juga ikut menikmati bacaan apa saja yang baik-baik dan bermanfaat bagi kehidupan dan meningkatkan kualitas hidunya dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga dimaksudkan untuk menghindari rasa bosan.
Kedelapan Sampaikan apa yang And abaca; cara ini juga menjadi penting selain melatih kita untuk mengasah yang sudah kit abaca, juga memberi manfaat bagi teman, sahabat dan kepada siapa saja kita menyampaikan yang kit abaca. Ini sama dengan ungkapan, “sampaikanlah walau satu ayat”. Dalam kaitan inilah kita perlu membentuk kelompok membaca di antara teman-teman kita. Kesembilan Bantu sahabat dan teman Anda dalam membaca; membantu teman atau sahabat merupakan cara yang sangat berguna karena bisa mengadakan perteuan sekali seminggu misalnya. Atau disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Di mana satu sama lain bisa bertukar informasi baru tentang yang topic masing-masing anggota kelompok..
Kesepuluh Carilah ilmu dari para Ulama, Ahli, Pakar dan para Guru, di mana cara ini kita bisa menggunakan metode bimingan, bila buku yang kit abaca menyangkut tema-tema yang berat, seperti filsafat sejarah atau yang sesuai denan pengetahuan yang diminati atau bidang studi yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.
Diperlukan Prioritas
Apabila kita telah mengetahui bagaimana cara menumbuhkan minat baca dengan jelas dan secara meyakinkan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menumbuhkan minat baca kita. Kemudian kita akan lekas tertarik membaca apa saja, meskipun barngkali hal tersebut tidak terkait langsung dengan bidang studi yang kita peroleh di bangku kuliah.
Menumbuhkan minat baca tetap perlu digerakkan, seperti halnya yang dicanangkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, akan pentingnya gerakan baca surat kabar. Baik membaca surat kabar, majalah, jurnal dan lain sebagainya,maupun membaca buku tetap perlu ditingkatkan. Sebab dengan membaca kita akan mengetahui lebih banyak tentang segala yang berkaitan dengan kebutuhan mikro untuk mengubah pola pikir dan pandangan kita terhadap perkembanga yang begitu cepat..
Salah satu contoh adalah perkembangan media elektonik dan digital yang semakin mencemaskan para penerbit. Sehingga penerbitan dan percetakan mesti berkolaborasi untuk masuk dalam pergaulan bisnis global melalui internet. Pernah suatu saat para penerbit buku dan surat kabar, termasuk majalah khawatir akan keberadaan media global yang disebut dengan E-book, di mana setiap orang bisa baca buku dengan santai dilayar computer tanpa bersusah payah cari buku, tinggal klik akan muncul buku yang kita minta.
Gerakan menumbuhkan minat baca menurut Dr. Raghib As-Sirjani & Amir Al-Madari diperlukan prioritas terhadap bacaan yang haus menjadi pedoman dan menjadikan hidup kita menjadi bermakna dan ini sjalan wahyu pertama yang diturunkan Allah Subhanahuwata’ala, untuk pertamakalinya disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Rasulullah, yakni kalimat “Bacalah”. Jadi prioritas pertama adalah membaca Al-Qur’an.
Prioritas kedua adalah membaca Al-Hadits dan yang ketiga membaca ilmu-ilmu agama. Sementara untuk prioritas keempat, bubu-buku yang sesuai dengan spesialisasi ilmiah tertentu. Kelima, buku tentang analisis sjarah. Keenam , buku tentang politik. Ketujuh buku tentang pendapat orang lain. Kedelapan, buku tentang Sybhat seputar Islam. Kesembilan, Buku tentang pendidikan anak. Kesepuluh, buku tentang hiburan. Kalau semua prioritas ini dapat kita lakukan maka hidup akan menjadi lebih bermakna
.